Aliran
dan Organisasi-Organisasi Pergerakan Kemerdekaan Indonesia
Berbagai
aliran dan golongan lahir pada masa pergeraka kemerdekaan seperti Budi Utomo,
Syarikat Dagang Islam, Nahdatul Ulama (sebelum menjadi partai politik), dan
Muhammadiyah. Organisasi-orgaisasi ini merupakan lembaga yang memepelopori
pengoganisasian masyarakan Indonesia secara luas dan modern, namun pada masa
pembentukannya, organisasi-organisasi tersebut lebih dimaksudkan untuk
mengetengahkan tuntutan-tuntutan sosial dari golongan tertentu di dalam
masyarakat. SDI, NU, dan Muhammadiyah misalnya, lebih bermaksud mewakili
kepentingan mereka yang beragama Islam. Demikian pula dengan Budi Utomo yang
maksudnya untuk meningkatkan Kehidupan dan Pendidikan orang Jawa.
Di
samping itu lahir pula kelompok-kelompok yang didasarkan kepada suku
kedaerahan, seperti Paguyuban Pasundan (1914), Sarekat Sumatera (1918), Sarekat
Ambom (1920), Rukun Minahasa dan kaum Betawi (1923). Sungguhpun pada permulaan
berdirinya organisasi-organisasi ini lebih terangsang oleh masalah-masalah
sosial namun pertanyaanya di dalam pergerakan kemerdekaan secara keseluruhan
patut juga dicatat.
Setelah
disadari bahwa kunci dari segala masalah yang dihadapi oleh masyarakat
Indonesia bukan hanya sekedar perbaikan keadaan sosial dan ekonomi,
organisasi-organisasi tersebut di atas memperluas perjuangan kepada penuntutan
trhadap kebebasan politisi dari kekuasaan kolonial Belanda. Dengan demikian
ketidak puasan yang berkembang di kalangan elit lama karena kedudukan mereka
telah tergeser kelapisan yang lebih rendah, ketidak puasan golongan menengah
terhadap pengecualian perenan ekonomi mereka yang semakin mengecil, serta
ketidakpuasan mereka yang telah memperoleh pendidikan secara Barat; beralih
kepada pergerakan politik seperti Syarikat Islam (1912), PKI (1921), Partai
Syarikat Islam(1926), Partai Nasional Indonesia(1927), sekedar menyebut
beberapa nama.
Sumber Sistem Politik Indonesia yang di karang
ARBI SANIT.
No comments:
Post a Comment