Manusia sebagai HOMO FABER:
Homo Faber : artinya manusia dapat membuat alat-alat dan
mempergunakannya atau
disebut sebagai manusia kerja dengan salah satu tindakan
atau wujud budayanya
berupa barang buatan manusia (artifact). Manusia menciptakan
alat-alat karena
menyadari kemampuan inderanya terbatas, sehingga diupayakan
membuat peralatan
sebagai sarana pembantu untuk mencapai tujuan. Misalnya,
karena indera matanya
tidak mampu melihat angkasa luar atau mahluk kecil-kecil
maka diciptakan teropong
bintang dan mikroskop, karena terbatasnya kekuatan fisik
maka diciptakannya roda
sebagai sarana utama keretauntuk mengangkut barang-barang
berat.
Manusia sebagai HOMO LONGUENS:
Homo Longuens: adalah manusia dapat berbicara sehingga apa
yang menjadi
pemikiran dalam otaknya dapat disampaikan melalui bahasa
kepada manusia lain.
Bahasa sebagai ekspresi dalam tingkat biasa adalah bahasa
lisan. Antara suku bangsa
dengan suku bangsa lain terdapat perbedaan bahasa. Di
tingkat bangsa, perbedaan
bahasa tersebut akan semakin jauh. Perbedaan lebih tinggi
diwujudkan dalam tulisan
sehingga sebuah pemikiran dapat diterima oleh bangsa atau
generasi bangsa lain (bila
tahu mengartikannya).
Manusia sebagai HOMO RELIGIUS:
Artinya manusia menyadari adanya kekauatan ghaib yang
memiliki kemampuan lebih
hebat daripada kemampuan manusia, sehingga menjadikan
manusia berkepercayaan
atau beragama. Dalam tahap awal lahir animisme, dinamisme,
dan totenisme yang
sekarang dikategorikan sebagai kepercayaan, kadang-kadang
dikatakan sebagai
agama alami. Kemusian lahirlah kepercayaan yang disebut
sebagai agama samawi
yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, percaya kepada
nabiNya, dan kitab
suciNya yang dipergunakan sebagai pedoman.
Semoga Bermanfaat kawan..:d

No comments:
Post a Comment